40+ Cara Meningkatkan Ranking Website di Hasil Pencarian Google

40+ Cara Meningkatkan Ranking Website di Hasil Pencarian Google

Tips dan trik optimasi SEO memang banyak tersebar di internet. Tapi yang benar-benar efektif dan ampuh? Bisa dihitung jari. Tapi tenang saja, Anda telah menemukan sumber yang tepat.

Checklist ini berisi 41 langkah optimasi SEO yang akan meningkatkan peringkat website Anda di hasil pencarian Google. Anda tidak akan dipusingkan dengan teori-teori SEO yang rumit.

Dengan checklist ini, Anda bisa langsung mempraktikkan tips dan trik yang kami jelaskan.
Sudah siap meroketkan ranking website di hasil pencarian? Ikuti panduan di checklist ini sampai selesai ya!

Cara Meningkatkan Ranking Website di Hasil Pencarian Google 

Meningkatkat Rangking Website 

1. Install Plugin SEO

Plugin SEO akan membantu Anda mengoptimasi berbagai aspek website agar sesuai dengan aturan dari Google.

Salah satu plugin SEO yang sangat direkomendasikan adalah Yoast SEO. Ada banyak langkah optimasi

SEO yang bisa Anda lakukan dengan Yoast SEO, dari mengubah meta description hingga analisis konten.

Untuk penjelasan lengkap mengenai cara pemasangan hingga setting Yoast SEO, Anda dapat membacanya di artikel ini.

2. Permalink 

Permalink atau struktur URL akan memudahkan Google untuk mengidentifikasi website Anda. Sayangnya, ketika memasang WordPress pertama kali, struktur URL default-nya cukup rumit seperti ini:

Idealnya, permalink memiliki format yang mengandung judul konten saja tanpa tanggal seperti ini:
Untuk mengubah permalink menjadi SEO friendly.
 

3. Daftarkan di Google Console 

Tambahkan Website di Google Search Console Google Search Console memungkinkan Anda untuk
memonitor kinerja website di ranah organik Google.

Dengan tool ini, Anda bisa mengetahui domain yang memberikan link ke website Anda hingga menganalisis trafik di setiap halaman website.

Tool ini tersedia secara gratis dan siapa pun bisa memasangnya di website. Agar bisa merasakan manfaatnya, Anda bisa memasang Google Search Console dengan mengikuti panduan ini.

5. Pasang Google Analytics

Selain Google Search Console, Anda juga memerlukan Google Analytics. Tool ini akan membantu Anda mengetahui perilaku pengunjung website, dari halaman pertama yang ia klik sampai halaman terakhir yang ia baca.

Anda juga bisa mengetahui halaman website mana yang paling banyak menghasilkan conversion dan halaman mana yang kurang maksimal.

Selain itu, masih ada banyak fitur Google Analytics yang dapat Anda manfaatkan untuk mendukung strategi SEO Anda. Untuk bisa menggunakan berbagai fiturnya, Anda perlu memasang Google Analytics di website Anda.

Tenang, kami sudah merangkum cara memasang Google Analytics dan tutorial penggunaannya di artikel ini.
 

5. Buat Sitemap HTML

Sitemap HTML berfungsi untuk memudahkan navigasi pengunjung ke halaman-halaman di website Anda.

Mulai buat sitemap HTML dengan memasang plugin WP Sitemap Page. Lalu buat halaman baru berjudul Sitemap dan isi dengan shortcode [wp_sitemap_ page]

Setelah itu publish halaman tersebut dan Anda telah berhasil membuat sitemap HTML!
6 Buat Sitemap XML

Selain sitemap HTML, Anda juga perlu membuat sitemap XML. Sitemap XML berfungsi untuk memudahkan mesin pencari dalam melakukan indexing dan crawling di website.

Anda bisa menggunakan plugin Google XML Sitemap atau Yoast SEO. Pilih salah satu karena Anda tidak bisa mengaktifkan XML dari dua plugin bersamaan.

Jika menggunakan Google XML Sitemap, Anda hanya perlu mengaktifkan plugin dan XML sitemap otomatis aktif. Apabila menggunakan Yoast SEO, buka menu SEO > Features lalu aktifkan fitur Advanced setting pages dan aktifkan XML Sitemap functionality

Sebanyak 53 persen pengunjung akan meninggalkan website yang loading lebih dari 3 detik.
Berapa loading website Anda saat ini?

Jika masih di atas 3 detik, Anda harus waspada. Namun, tak perlu khawatir karena kami telah menyediakan berbagai tips untuk meningkatkan kecepatan website Anda.

Anda bisa mempelajari semua langkah optimasi kecepatan website dengan mengunduh ebook 20+ Tips Membuat WordPress Super Cepat Ini!

8. Responsive 

Kini website harus bisa diakses dengan mudah di perangkat desktop maupun mobile. Apalagi dengan dirilisnya Algoritma Google Mobile First Index, optimasi website untuk mobile menjadi semakin penting.

Dengan diaktifkannya algoritma tersebut, performa website di perangkat mobile berpengaruh terhadap performa website di hasil pencarian Google secara keseluruhan.

Anda bisa mengecek performa website di perangkat mobile menggunakan tool seperti PageSpeed Insight. Jika performa web di perangkat mobile masih kurang, jangan khawatir. Anda bisa mengoptimasinya!

Kami telah merangkum tips dan trik untuk membuat website jadi mobile friendly di Cara Membuat Website Mobile Friendly dalam 11 Langkah. Ikuti tips dan trik di panduan tersebut, dijamin performa website Anda akan meningkat!

Tingkatkan Kecepatan Website Optimasi untuk Perangkat Mobile

9. Daftar Google Bisnisku

Jika Anda mengelola website untuk bisnis, langkah ini tak boleh dilewatkan, yaitu daftar Google Bisnisku.

Dengan Google Bisnisku, konsumen akan lebih mudah menemukan informasi bisnis Anda, dari alamat hingga review pelanggan.

Selain itu, Google Bisnisku juga akan membantu website dan bisnis Anda agar lebih mudah ditemukan di pencarian lokal. Menurut Moz, Google Bisnisku menjadi penyumbang trafik terbesar untuk SEO lokal.

Belum punya Google Bisnisku? Tak masalah, Anda bisa membuatnya sekarang dengan mengikuti panduan di artikel Panduan Lengkap Google Bisnisku.

10. Sertifikat SSL 

Google mengutamakan website yang menggunakan HTTPS. Protokol HTTPS menandakan bahwa semua pertukaran data di website tersebut dienkripsi dan aman.

Terlebih lagi, Google Chrome juga menandai website yang menggunakan HTTP sebagai tidak aman untuk menyerahkan informasi penting seperti alamat email dan rekening.

Apabila website Anda masih menggunakan HTTP, sekarang adalah saat yang tepat untuk segera menggantinya ke HTTPS. Ikuti panduan ini untuk memasang protokol HTTPS di website Anda.

11. Tentukan Topik Utama Website

Memang tidak ada aturan yang mengharuskan sebuah website untuk memiliki topik utama. Namun, Anda harus memiliki beberapa topik utama yang saling berhubungan untuk membangun struktur website yang baik

Dengan topik utama yang jelas, Google akan lebih mudah mengenali website Anda dan memahami konteks pada konten di dalamnya.

Setelah menentukan topik utama, Anda perlu membuat konten mengenai topik tersebut. Semakin banyak konten yang membahas satu topik tertentu, semakin besar kemungkinannya untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian topik tersebut.

12. Riset Keyword

Tidak melakukan riset keyword adalah salah satu kesalahan terbesar para pemilik website dan blog pemula. Tanpa riset keyword, Anda tidak bisa menemukan topik dan kata kunci yang cocok dengan target pembaca Anda.

Ada banyak tool yang bisa membantu Anda melakukan riset keyword, dari yang gratis sampai berbayar. Anda bisa menemukan berbagai tool tersebut di sini.

Dalam panduan tersebut, Anda akan dipandu bagaimana melakukan riset keyword. Anda akan belajar menentukan kata kunci yang sesuai dengan target pembaca hingga menemukan kompetitor di kata kunci yang Anda targetkan.
 

13 Pahami Search Intent

Search intent adalah apa yang diinginkan oleh kebanyakan pencari terhadap satu kata kunci tertentu. Satu kata kunci bisa dimaksudkan untuk dua hal berbeda atau lebih.

Misalnya, ketika mencari kata kunci “garuda” di Google, Anda akan menemukan hasil pencarian mengenai Garuda Indonesia (maskapai penerbangan), bukan burung Garuda (simbol negara Indonesia)

Itu bisa terjadi karena kebanyakan orang yang mencari kata kunci “garuda” bermaksud untuk mencari maskapai penerbangan, bukan simbol negara.

Jadi pastikan konten Anda sesuai dengan search intent pencari. Sebab konten yang tidak sesuai dengan search intent akan kesulitan untuk mendapatkan posisi teratas di hasil pencarian.

14. Manfaatkan Suggestion Google

Ketika mencari sebuah kata kunci di Google, Anda tentu sering mendapatkan saran di bawah hasil pencarian. Misalnya, ketika mencari kata kunci “cara membuat website”, akan muncul saran seperti ini

Saran pencarian dari Google ini bisa Anda manfaatkan untuk mendukung focus keyword yang Anda targetkan. Google memberikan saran pencarian yang real time sehingga akan terus berubah sesuai intent pencari.
 

15. Long TAil Keyword 

Targetkan Long Tail Keyword Long tail keyword adalah kata kunci yang spesifik pada topik
tertentu dan cenderung memiliki search volume kecil.

Meskipun search volume-nya kecil, long tail keyword juga perlu Anda manfaatkan. Sebab jenis kata kunci ini cukup efektif mendatangkan trafik 70 persen lebih tinggi dibanding short tail keyword.

16. Gunakan LSI Keyword

Tool riset keyword biasanya memberikan ide kata kunci dengan variasi yang terbatas. Padahal orang- orang menggunakan berbagai variasi kata kunci untuk mencari topik tertentu.

Anda perlu menemukan variasi kata kunci tersebut agar bisa membuat konten yang lebih manusiawi dan luwes untuk dibaca.

Nah, variasi kata kunci itu disebut sebagai LSI keyword. LSI adalah kependekan dari Latent Semantic Indexing (Indeksasi Semantik Laten).

LSI Keyword merupakan kumpulan kata kunci yang ditemukan di satu topik tertentu dan saling berhubungan.

Untuk menemukan variasi kata kunci tersebut, Anda bisa menggunakan layanan seperti LSIGraph atau LSIKeywords
 

17. Buat Evergreen Content

Evergreen content adalah jenis konten yang tahan lama, tidak mudah basi. Jenis konten ini biasanya memiliki tren pencarian stabil. Misalnya, di niche teknologi, topik “pengertian website” selalu dicari orang setiap tahun.

Anda bisa menggunakan Google Trends untuk mengecek tren kata kunci. Dengan tool ini, Anda bahkan bisa melihat tren kata kunci hingga lima tahun terakhir.

Temukan kata kunci dengan volume pencarian stabil di niche Anda dan buat evergreen content berdasarkan kata kunci tersebut.

18 Buat Konten yang Lengkap dan Solutif

Tidak ada batasan pasti jumlah kata yang harus ditulis agar bisa memenangkan persaingan di hasil pencarian Google. Namun, menurut riset Backlink.io, rata-rata panjang artikel yang muncul di hasil pencarian Google adalah 1890 kata.

Haruskah Anda menulis sepanjang itu? Bisa iya, bisa tidak. Jika memang dirasa 1890 kata atau di bawahnya sudah cukup untuk menjawab pertanyaan pencari, tentu sudah cukup.

Namun, jika 1890 kata tidak cukup untuk menjawab pertanyaan pencari, Anda perlu menambah porsinya sampai konten Anda menjadi lengkap.

Intinya, Anda harus membuat konten yang lengkap, menjawab pertanyaan pencari, dan solutif. Jangan sampai Anda membuat konten 2000 kata, tapi tidak ada jawaban atau solusi yang ditawarkan.

19. Buat Judul yang Menarik

Konten yang bagus saja tidak cukup. Anda perlu judul yang memukau agar orang mau membaca konten Anda. Judul konten menjadi sangat penting karena orang hanya bisa melihat judul dan meta description di hasil pencarian.

Apa yang terjadi jika judul konten Anda biasa-biasa saja? Pembaca bisa membuka konten lain yang judulnya dianggap lebih menarik. Anda tidak mau itu terjadi, bukan?

Untuk membantu Anda membuat judul yang memikat, kami sudah rangkum panduannya di 10+ Langkah Membuat Judul Artikel Blog yang Menarik.

20. Tulis Intro yang Menarik

Opening konten Anda juga tidak kalah penting. Paragraf pertama dalam sebuah konten menjadi penentu, apakah pembaca akan melanjutkan membaca atau tidak.

Ada beberapa alasan paling umum mengapa pembaca tidak melanjutkan membaca artikel Anda.
Pertama, opening yang terlalu panjang. Jika Anda menjejalkan terlalu banyak informasi di awal, pembaca akan bingung dan mencari artikel lain.

Kedua, manfaat atau solusi yang tidak jelas. Yang diharapkan pembaca ketika membaca artikel Anda adalah manfaat atau solusi untuk masalah mereka. Jadi sampaikan manfaat/solusi yang akan mereka dapatkan jika membaca artikel Anda di awal.

Ketiga, search intent tidak sesuai. Pembaca akan segera menutup artikel Anda jika tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Jadi pastikan Anda telah membuat konten sesuai search intent.
 

 21. Hindari Stuffing Keyword

Anda memang harus menargetkan satu focus keyword untuk satu konten. Akan tetapi, bukan berarti Anda bisa menjejali konten Anda dengan focus keyword seenaknya. Inilah yang disebut dengan keyword stuffing.

Keyword stuffing sudah tidak lagi efektif. Alih-alih mendapatkan ranking 1, website Anda bahkan bisa terkena penalti karena keyword stuffing.

Gunakan focus keyword secukupnya saja. Anda bisa menggunakan Yoast SEO untuk melihat apakah focus keyword di konten Anda melebihi batas normal.

22. Buat Kalimat dan Paragraf Pendek

Anda harus bisa membuat pembaca senyaman mungkin menikmati konten di website. Salah satu caranya adalah dengan membuat kalimat dan paragraf pendek.

Usahakan buat paragraf tidak lebih dari empat baris. Selain itu buat kalimat pendek yang bisa dibaca dalam satu helaan nafas. Ini penting agar tidak melelahkan mata pembaca.

23. Optimasi Heading

Sederhananya, heading dan subheading berfungsi sama seperti bab dan subbab di buku. Fitur ini akan memudahkan pembaca menemukan poin-poin utama dari konten Anda.

Jika menggunakan WordPress, Anda dapat dengan mudah menambahkan heading dan subheading
di editor-nya. Anda bisa menggunakan Heading 1 (biasanya untuk judul), Heading 2, Heading 3, hingga Heading 4.

Jangan lupa untuk memasukkan kata kunci yang Anda targetkan ke heading dan subheading di konten. Ini akan memudahkan bot mesin pencari untuk memahami pokok bahasan di konten Anda.

24. Maksimalkan Internal Link

Google mengutamakan website yang kontennya saling berhubungan. Anda bisa menunjukkan hubungan antar konten di website Anda menggunakan internal link.

Dengan adanya internal link, pengunjung akan lebih mudah berpindah ke halaman lain dalam website untuk membaca konten yang berhubungan dengan konten sebelumnya.

Internal link juga secara tidak langsung berfungsi untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan pembaca di website Anda. Jadi pastikan ada internal link di setiap konten Anda.
 

25. Manfaatkan External Link

External link juga penting untuk strategi SEO Anda. Jenis link ini berfungsi untuk menunjukkan kalau Anda membuat konten berdasarkan sumber-sumber terpercaya.

Anda bisa menyisipkan external link untuk merujuk data, infografik, hasil riset, atau pendapat ahli. Dengan begitu, pembaca akan melihat kalau konten Anda dibuat dengan sumber kredibel.

26 Atur Link Menjadi Open in New Tab

Meski terlihat sepele, mengatur link menjadi open in new tab cukup penting untuk diterapkan. Ini akan memudahkan pembaca ketika membuka link di konten Anda.

Jadi mereka tetap bisa terus membaca konten dan tetap membuka link di tab baru. Untuk mengatur link menjadi open in new tab, caranya mudah.

Anda bisa menggunakan plugin WP External Link. Plugin ini akan membantu Anda mengatur semua link di website menjadi open in new tab secara otomatis. Jadi Anda tidak perlu mengaturnya satu per satu.
 

27. Optimasi Ukuran Gambar

Ukuran gambar yang terlalu besar akan memperlambat loading website Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengoptimasinya.

Tenang, Anda bisa memperkecil ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya. Jadi gambar tetap bagus dan loading website tetap cepat.

Ada banyak tool dan website yang bisa membantu Anda mengoptimasi gambar. Beberapa di antaranya bisa Anda temukan di artikel ini.

28 Optimasi SEO Gambar

Mengecilkan ukuran gambar saja belum cukup. Anda juga perlu mengoptimasi gambar agar lebih SEO friendly. Dengan begitu, gambar di konten Anda akan lebih mudah ditemukan di hasil pencarian Google Image.

Ada banyak langkah untuk membuat gambar jadi lebih SEO friendly. Penjelasan lengkapnya dapat Anda baca di Panduan Memaksimalkan Image SEO untuk Website.
 

 29. Optimasi Title Tag dan Meta Description

Di hasil pencarian Google, pencari hanya akan melihat judul dan meta description. Meta description adalah ringkasan konten yang terdiri dari sekitar 120 sampai 130 karakter.

Tugas Anda adalah menarik perhatian pencari di Google hanya dengan judul dan 130 karakter berisi ringkasan konten Anda. Bagaimana caranya?

Anda bisa belajar cara mengoptimasi meta description dan title tag melalui panduan lengkap ini.

30. Tambahkan Infografik

Membaca teks saja bisa melelahkan bagi sebagian orang. Anda bisa berkreasi menggunakan infografik untuk konten di website Anda.

Selain membuat konten lebih menarik, infografik punya peluang untuk viral. Sebab menurut penelitian, orang- orang lebih suka membagikan infografik dibanding gambar biasa.

Apabila banyak pembaca yang membagikan
infografik Anda, secara tidak langsung mereka juga mempromosikan konten dan website Anda. Dengan begitu, semakin banyak orang yang bisa Anda jangkau.
 

31. Tambahkan Video

Selain gambar dan infografik, Anda juga bisa menambahkan video ke website Anda. Artikel dengan video punya kemungkinan 53 kali lebih besar untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian Google.

Walaupun begitu, Anda tidak harus meng-upload video ke website. Anda bisa memanfaatkan embed video.

Embed video memungkinkan Anda memasukkan video ke konten tanpa harus menguploadnya ke hosting Anda.

Anda cukup menyisipkan link video dari platform lain dan pembaca bisa memutarnya langsung di website Anda.

32. Pasang Plugin Social Media

Pada dasarnya, share di media sosial memang tidak berpengaruh langsung terhadap kualitas SEO. Namun, bukan berarti Anda bisa mengabaikannya.

Anda perlu mengajak pembaca untuk membagikan konten Anda di media sosial mereka. Caranya adalah dengan menggunakan plugin media sosial.

Plugin media sosial memungkinkan Anda untuk menampilkan ikon media sosial di setiap konten di website. Harapannya ini akan memudahkan pembaca untuk membagikan konten Anda di media sosial.
 

33. Bangun Backlink Berkualitas

Backlink masih menjadi faktor penting yang menentukan kualitas SEO. Semakin banyak backlink berkualitas ke website Anda, semakin bagus juga kualitas SEO website Anda di penilaian Google.

Walaupun begitu, Anda tidak bisa asal-asalan dalam membangun backlink. Kualitas menjadi
tolok ukur nomor satu dalam membangun backlink. Pastikan hanya website dengan reputasi bagus yang memberikan backlink ke website Anda.

Belum berpengalaman membangun backlink? Tak perlu khawatir, kami sudah membuat panduannya untuk Anda di sini.

34. Guest Post ke Website Berkualitas

Guest post adalah salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan backlink berkualitas. Jadi melalui guest post, Anda akan menulis konten untuk website lain.

Di konten tersebut Anda bisa menaruh link ke website Anda.
Metode ini cukup efektif untuk mendapatkan backlink berkualitas, asal Anda bisa memilih website yang tepat untuk guest post.

Pilihlah website atau blog yang kualitasnya jauh lebih baik dari Anda, baik dari segi trafik maupun domain rating. Anda bisa bekerja sama dengan blogger influencer atau media online untuk melakukan guest post.
 

35. Posting di Medium

Medium memungkinkan Anda untuk menerbitkan kembali (republish) konten website Anda di platformnya dan memberikan canonical link.

Canonical link berfungsi untuk memberi tahu mesin pencari bahwa dua konten yang identik sebagai satu URL yang sama sehingga tidak akan merusak reputasi SEO website Anda.

Selain fitur import, Anda juga bisa menerbitkan konten baru yang masih berkaitan dengan website Anda di Medium dan meletakkan link ke salah satu konten di blog Anda.

Meskipun hanya menyumbang link no-follow, cara kedua tetap layak Anda coba untuk mempromosikan blog atau website Anda.

36. Manfaatkan Forum di Media Sosial

Sekali lagi, media sosial memang tidak punya pengaruh signifikan terhadap SEO. Namun, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan media sosial untuk membangun audiens untuk website Anda.

Anda bisa memulainya dengan menjangkau orang- orang dengan minat yang sesuai dengan topik website Anda di grup Facebook atau Kaskus. Ketika ada diskusi di forum tersebut, Anda bisa memberikan rujukan ke website Anda.

Mudah sekali, bukan? Namun, Anda harus aktif di forum-forum yang Anda ikuti. Jangan sampai Anda hanya menyebar link di forum tanpa berdiskusi dengan anggotanya.
 

37. Manfaatkan Quora

Quora adalah platform tanya-jawab yang kini sudah tersedia di Bahasa Indonesia. Untuk bisa aktif di media sosial ini, Anda perlu rajin menjawab pertanyaan yang diberikan pengguna lain kepada Anda.

Ada dua alasan mengapa Anda perlu memanfaatkan Quora. Pertama, Anda bisa menaruh link di setiap jawaban ke website Anda. Link di Quora memang bersifat nofollow, tapi ini cukup efektif untuk mendatangkan trafik.

Kedua, Anda bisa membangun citra sebagai profesional di bidang Anda di Quora. Anda bisa menjawab pertanyaan di niche website Anda. Dengan begitu, orang semakin percaya kalau Anda memang ahli di bidang tersebut.

38. Manfaatkan Email Marketing

Jangan remehkan email marketing. Email marketing bisa jadi sumber trafik untuk website jika Anda bisa memanfaatkannya dengan benar.

Dengan email marketing, Anda bisa mengirimkan newsletter agar penerima terus berkunjung ke website Anda. Namun, Anda harus mendapatkan list alamat email terlebih dahulu.

Anda bisa membujuk orang untuk memberikan alamat email mereka dengan reward seperti diskon khusus, ebook gratis, atau konten eksklusif.

Apabila masih bingung bagaimana cara memulai email marketing, panduan ini bisa membantu Anda. Dari panduan tersebut Anda bisa belajar cara memanfaatkan email marketing untuk promosi.
 

 39. Periksa Broken Link

Memasukkan internal link maupun external link adalah strategi yang selalu disarankan untuk meningkatkan kualitas SEO. Walaupun begitu, ada kalanya link yang Anda masukkan di konten bisa menjadi kedaluwarsa atau error.

Link yang error atau kedaluwarsa akan mengarahkan pembaca ke halaman error 404. Tentu itu akan merusak pengalaman pembaca.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu memeriksa semua link di website Anda secara rutin. Anda bisa menggunakan Google Search Console untuk memeriksa link yang error di website.

40. Update Konten Lama

Untuk bisa mendatangkan trafik ke website terus menerus, Anda tidak harus bergantung pada konten baru saja. Anda juga perlu memanfaatkan konten lama. Konten lama bisa menjadi sumber trafik yang tidak kalah efektif.

Coba periksa performa konten-konten lama Anda. Ada di posisi berapa di hasil pencarian? Apakah masih bisa ditingkatkan performanya? Jika iya, kini saatnya Anda untuk mulai meng-update konten-konten lama Anda.
 

 41. Monitor Kompetitor

Mengawasi kompetitor sangat penting untuk strategi SEO Anda. Anda harus tahu kata kunci apa saja yang mereka gunakan. Dari mana mereka mendapatkan backlink. Seperti apa konten yang mereka terbitkan.

Dengan begitu, Anda bisa memahami strategi yang dilakukan kompetitor untuk memenangkan persaingan di hasil pencarian. Anda bisa meniru dan memodifikasi strategi kompetitor.

Anda mungkin menyukai postingan ini